Selanjutnya, durasi lama pecandu direhabilitasi pun ternyata diatur. Namun, ketika ditanya berapa lamanya, dr Wahyu menjelaskan, terapi diberikan tergantung dari kondisi pecandu itu sendiri dan aspek-aspek lain yang menyertainya.
"Misalnya, ada penyakit yang menyertai si pecandu, ya, penyakitnya mesti ditangani juga. Mungkin, untuk kondisi seperti ini butuh perawatan secara medis yang lebih lama," sambungnya.
Dokter Wahyu menambahkan, terkait dengan reaksi apa yang sebetulnya akan dirasakan si pecandu ketika sama, itu tergantung juga dari keadaan dari si pecandu, baik dari pemakaian, jenis narkoba yang digunakan, hingga kondisi ketahanan fisiknya.
"Jadi, misalnya si pecandu pakai heroin, kalau tiba-tiba distop, tubuhnya akan merasa kesakitan atau yang biasa disebut sakaw, sehingga perawatan medisnya akan diberikan obat untuk mengurangi rasa sakitnya," tambah dr Wahyu.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.