MALAM ini salah satu artis Indonesia kembali ditangkap terkait kepemilikan Narkoba. Jefri Nichol ditangkap Polres Jaksel atas kepemilikan narkoba, namun sampai saat ini belum ada kejelasan jenis narkoba apa yang dikonsumsi.
Kabar terkini, Jefri Nicol masih diperiksa pihak kepolisian. Ibu dari aktor muda berusia 20 tahun itu diketahui mendatangi kantor Polres Jakarta Selatan untuk mendampingi anaknya.
Media sosial pun ramai membahas kasus ini. Berdasar pantauan Okezone di Twitter, sampai pukul 7 malam, sudah ada 22 ribu tweet netizen membahas Jefri Nichol. Kebanyakan dari netizen mengaku tidak percaya dengan penangkapan ini.
Terlepas dari apa yang dialami Jefri Nichol, Okezone coba menanyakan bagaimana terapi yang bakal diberikan pada pengguna narkoba. Sebab, kita semua percaya, yang namanya pengguna narkoba mesti mendapatkan rehabilitasi agar kondisi tubuhnya bisa benar-benar lepas dari efek mematikan obat tersebut.

Dijelaskan Kepala Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta dr. Wahyu Wulandari, M.Si, ada dua jenis terapi yang bakal diberikan pada pecandu narkoba. Terapi pertama adalah medis dan yang kedua adalah terapi sosial.
"Jadi, untuk medis yang diperbaiki aspek medisnya. Misalnya kesakitan karena sakaw, nanti tim medis akan memberikan obat-obatan khusus yang disesuaikan dengan kondisi pecandu," terangnya pada Okezone, Selasa (23/7/2019).
"Sementara itu, rehabilitasi sosial yang dibenahi aspek sosialnya, misalnya hubungan keluarganya atau pola pikir dia mengenaj pemakaian narkoba," tambah dia.
Artis Indonesia Jefri Nicol tertangkap menggunakan Narkoba.
Selanjutnya, durasi lama pecandu direhabilitasi pun ternyata diatur. Namun, ketika ditanya berapa lamanya, dr Wahyu menjelaskan, terapi diberikan tergantung dari kondisi pecandu itu sendiri dan aspek-aspek lain yang menyertainya.
"Misalnya, ada penyakit yang menyertai si pecandu, ya, penyakitnya mesti ditangani juga. Mungkin, untuk kondisi seperti ini butuh perawatan secara medis yang lebih lama," sambungnya.
Dokter Wahyu menambahkan, terkait dengan reaksi apa yang sebetulnya akan dirasakan si pecandu ketika sama, itu tergantung juga dari keadaan dari si pecandu, baik dari pemakaian, jenis narkoba yang digunakan, hingga kondisi ketahanan fisiknya.
"Jadi, misalnya si pecandu pakai heroin, kalau tiba-tiba distop, tubuhnya akan merasa kesakitan atau yang biasa disebut sakaw, sehingga perawatan medisnya akan diberikan obat untuk mengurangi rasa sakitnya," tambah dr Wahyu.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.