Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjalanan Bobby Cari Pasangan lewat Tinder, Sempat Bertemu 'Hantu'

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Sabtu, 06 Juli 2019 |10:06 WIB
Perjalanan Bobby Cari Pasangan lewat Tinder, Sempat Bertemu 'Hantu'
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Apa bedanya ketemu gebetan di dunia nyata dan lewat aplikasi dating online?

Jujur sejauh ini, gue udah tiga kali pacaran. Rasanya sama aja, yang beda cuman cara PDKT-nya. Masing-masing seru. Kalau pakai dating apps, jatuhnya kek beli kucing dalam karung. Lo enggak bakal tau 'kucing' apa yang bakal lo dapat. Lo baru tau setelah ketemu sama 'kucingnya'.

Lo baru bisa ajak dia ketemuan, ketika dia udah percaya sama lo. Tapi sebenarnya ada kuncinya, jadi kalau dia udah ngasih kontak personal, besar kemungkinan udah mau diajak ketemuan.

Nah unsur surprisenya itu,  kayak di dalam aplikasi ibaratnya baru liat orang dari sampulnya doang. Ngobrol via whasapp itu cuman untuk sedikit mengenal. Setelah ketemu orangnya, disitulah baru surprises. Karena bisa beda di apps pas ketemu bisa.

Sementara kalau ketemu di dunia nyata, gue biasanya PDKT sama orang yang sudah dikenal. Gue jarang PDKT sama orang asing, paling banter gue dikenalkan sama temen gue. Ibaratnya dari awal udah ketemu kucing anggora, jadi udah tahu kelakuannya. Proses PDKT juga jadi lebih gampang. Cuma buat melangkah dari PDKT kejadian itu harus benar-benar yakin dulu sama orangnya.

Kalau urusan 'nembak', masing-masing punya tantangan tersendiri. Ketemu orang di aplikasi dating itu lebih banyak risikonya. Dunia maya itu tempat orang bisa menjadi dirinya sendiri atau menjadi orang lain. Dan untuk mencari tahu itu susah. Kalau main aplikasi dating online harus lebih jeli.

Sementara di dunia nyata, bisa bermula dari kenalan, terus ngobrol lebih dekat, kalo nyambung dan yakin bisa langsung 'ditembak'. Se-simple itu.

Mencari jodoh lewat aplikasi online

Sempat malu enggak bermain tinder?

Awalnya males ngakuin, bahkan gue pernah ketemu temen kuliah dan SMA terus match, ujungnya cuman ngobrol biasa dan nostalgia. Kalau sekarang lebih menghindari untuk ngungkapin, kecuali ditanya.

Masalahnya, gue lihat Tinder di masyarakat kita itu masih sesuatu yang memalukan. Kayak banyak orang bilang, 'Lo main tinder tapi karena enggak mampu mencari pasangan di dunia nyata tanpa bantuan aplikasi?'.  Padahal ada aja orang yang nemu jodohnya di Tinder, dan awet sampai mereka menikah.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement