Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bercermin dari Kasus Hilangnya Thoriq Rizki Maulidan, Ini Tips Agar Tak Tersesat saat Mendaki Gunung

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Jum'at, 05 Juli 2019 |07:56 WIB
Bercermin dari Kasus Hilangnya Thoriq Rizki Maulidan, Ini Tips Agar Tak Tersesat saat Mendaki Gunung
Tips Pendakian Gunung (Foto: Wahyu Aditiyo Prodjo)
A
A
A

KASUS hilangnya Thoriq Rizkiy Maulidan tengah menyita perhatian masyarakat Indonesia. Pelajar berusia 16 tahun itu dilaporkan hilang di Bukit Piramid, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Hingga hari kesepuluh, tim penyelamat belum menemukan tanda-tanda keberadaan pendaki malang itu. Pencarian Thoriq Rizkiy Maulidan pun sementara ini dihentikan untuk menunggu hasil pantauan selanjutnya.

Bercermin dari kasus Thoriq, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan untuk mengantisipasi kasus serupa. Hal Ini sebetulnya berkaitan erat dengan persiapan para pendaki sebelum memulai petualangannya.

Manajemen perjalanan

Menurut salah satu anggota Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (MAPALA UI), Wahyu Adityo Prodjo, sudah seharusnya para pendaki gunung menyiapkan persiapan yang matang. Salah satunya menyangkut manajemen perjalanan.

"Manajemen perjalanan itu sangat penting. Apalagi untuk para pemula. Dengan cara ini, pendaki bisa mengenali medan pendakiannya," tutur Wahyu saat dihubungi via sambungan telepon, Kamis (4/7/2019)

Caranya bisa dengan melakukan riset menggunakan peta digital, atau peta kontur atau topografi yang dikeluarkan oleh Badan Informasi Geospasial.

Pada peta ini, pendaki bisa meniliti keadaan atau bentuk medan yang hendak mereka lalui. Mulai dari melihat posisi sungai, bukit, lembah, dataran tinggi, jurang, dan lain sebagainya.

Bila memiliki budget berlebih, disarankan untuk membawa GPS. Alat berteknologi canggih ini, bisa membantu menunjukkan arah, serta menyimpan informasi rute dari para pendaki lainnya.

Para pendaki juga harus menggali banyak informasi lain yang sekiranya dibutuhkan pada saat keadaan darurat.

"Alangkah baiknya pendaki-pendaki pemula, minimal memahami ilmu peta kompas. Ini berfungsi untuk membantu pendaki mengenali medan, sehingga tidak terjadi yang namanya disorientasi atau tersesat," ujar editor Kompas Travel itu.

Urusan logistik pun tidak kalah pentingnya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Wahyu mengatakan agar pendaki melebihkan jumlah atau porsi makanan yang hendak mereka bawa.

Sederhananya, bila rencana awal Anda hendak mendaki selama tiga hari, maka bawalah persediaan makanan untuk kebutuhan lima hari.

"Pokoknya harus dipersiapkan secara matang, sekali gagal mempersiapkan manajemen perjalanan akan berpengaruh pada proses pendakian," tegas Wahyu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement