Devie juga menjelaskan kalau kehadiran dua akun religius lucu itu menarik. Bahwa akun seperti itu mewakili sebuah kelompk yang ingin kembali mengingatkan Indonesia itu berbeda-beda dan isu agama yang didiskusikan itu harus ramah bukan marah.
"Bagi sebagian orang yang tak terbiasa dialog agama, perasaan ketidaknyamanan pasti akan keluar saat membahas agama dengan cara yang berbeda. Tapi, bagi orang yang biasa diskusi agama, hal semacam ini malah baik. Mengembalikan lagi keindonesiaan yang sempat hadir di tengah masyarakat," papar Devie.
Dia juga menambahkan, teman-teman Katolik dan NU sebetulnya dekat dengan cara-cara dialog agama semacam itu. Islam Nusantara menjadi contoh bagaimana diskusi agama berlangsung santai dan ada humor di sana. Meski begitu, substansi dari topik yang dibahas tidak hilang.
"Pengelola akun dipastikan juga menggunakan cara tersebut secara offline dan mereka sadar bagaimana reaksi yang bakal diterima dan itu bukan halangan untuk menyebarkan paham agama dengan cara yang lebih menarik dan lebih ramah," tambahnya.
So, bagaimana menurut Anda dengan kehadiran akun @KatolikG dan @NUgarislucu ini?
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.