Kejadian luar biasa penyakit Hepatitis A di Pacitan, Jawa Timur tengah menjadi sorotan masyarakat. Bagaimana tidak, berdasarkan data 26 - 27 Juni 2019, tercatat ada 1.525 pasien yang terserang penyakit tersebut. Tak sedikit yang merasa khawatir sebab penyakit Hepatitis A menyerang liver alias hati.
Penyakit Hepatitis A berbeda dengan Hepatitis B dan Hepatitis C. Kepada Okezone, ahli hepatologi dr Irsan Hasan, Sp.PD, KGEH menjelaskan perbedaan tersebut. Pertama dari cara penularan. Hepatitis A menular lewat makanan dan minuman serta kebersihan yang kurang terjaga dengan baik. Sedangkan Hepatitis B menular dari transfusi darah, hubungan seksual, dan jarum suntik.
“Hepatitis A bisa dikatakan tidak membahayakan atau berakibat fatal, jarang sekali orang meninggal karena penyakit ini, 99% pasien sembuh sendiri. Beda dengan Hepatitis B, kalau enggak dikasih obat bisa kronik. Tapi sama-sama menyerang hati atau liver,” terang dr Irsan sewaktu dihubungi melalui sambungan telepon.

Kendati demikian, Hepatitis A tidak bisa dianggap sepele. Dokter Irsan menambahkan, penyakit ini bisa menyebabkan peradangan hebat di hati sehingga bisa memicu terjadinya hepatitis fulminant. Bila sudah sampai pada kondisi ini, maka kesadaran akan menurun dan gangguan ginjal. Gangguan kesadaran yang parah dapat menyebabkan pasien meninggal.
Sekadar informasi, gejala Hepatitis A cukup beragam dan hampir mirip dengan penyakit lain. Gejalanya meliputi meriang, mual, perut begah, terkadang menyebabkan muntah, urin berwarna seperti teh, lemas, penurunan kesadaran, dan mata kuning. Gejala-gejala tersebut biasanya baru muncul 2-4 minggu setelah terpapar virus.

"Kalau mata dan tubuh sudah kuning, harus periksa ke dokter untuk dicek fulminant atau tidak, atau bisa jadi bukan Hepatitis A, tapi Hepatitis B, itu lebih bahaya,” ujar dr Irsan.