Kasus Hepatitis A yang mewabah di Kabupaten Pacitan tengah hangat diperbincangkan saat ini. Menurut informasi terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) per 30 Juni 2019 sudah ada 957 pasien yang positif terjangkit Hepatitis A.
Sebagaimana diketahui, Hepatitis A adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh virus. Hepatitis A dapat menimbulkan kesakitan mulai dari yang ringan hingga berat. Penyebab Hepatitis A sendiri disebabkan oleh virus HAV yang masuk dalam keluarga picornaviridae, genus hepatovirus.

Menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan setiap tahun ada sekira 1,47 juta pasien Hepatitis A di seluruh dunia. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Anung Sugihantono, M.Kes. mengatakan dalam kasus di Pacitan kontaminasi makanan dan minumanlah yang menjadi penyebab utamanya. Ia pun menjelaskan beberapa hal yang bisa menyebabkan penularan Hepatitis A kepada manusia.
“Cara penularan Hepatitis A adalah melalui fekal-oral (feses ke mulut), ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja orang yang terinfeksi. Timbulnya penyakit ini berhubungan erat dengan sanitasi yang buruk dan rendahnya kebersihan seperti cuci tangan,” terang Dirjen Anung dalam Pers Konferensi di Gedung Kemenkes, Senin (1/7/2019).

Lebih lanjut virus Hepatitis A ditemukan pada tinja dan mencapai puncak 1-2 minggu sebelum timbulnya gejala. Sementara virus akan berkurang secara cepat setelah timbulnya disfungsi hati bersamaan setelah munculnya sirkulasi antibodi HAV dalam darah.