3. Apabila pasangan menjalankan bisnis bersama
Ada pasangan yang merintis bisnis bersama jauh sebelum menikah. Ketika menikah, besar kemungkinan bisnis tersebut akan tetap dijalankan. Perjanjian pranikah dibutuhkan untuk mengatur pembagian hasil apabila bisnis tidak berjalan sesuai yang diharapkan atau pernikahan berakhir.
4. Membesarkan anak-anak
Bukan hal yang aneh jika salah satu pihak akan berhenti bekerja setelah menikah karena fokus membesarkan anak-anak. Hal ini mungkin saja menimbulkan permasalahan saat perceraian terjadi. Sebab salah satu pihak akan tidak memilki pekerjaan yang membuatnya kesulitan membesarkan anak. Oleh karenanya, perjanjian pranikah diperlukan untuk mengatur tunjangan dan tanggung jawab keuangan hingga anak dewasa. Isi perjanjian juga bisa dimodifikasi tentang cara pengasuhan dan peran pasangan dalam membesarkan anak-anaknya kelak.

5. Utang piutang
Inilah hal yang tak kalah penting untuk diatur dalam perjanjian pranikah. Jika salah satu pihak memiliki banyak utang sebelum menikah, beberapa orang mungkin ada yang merasa kurang adil apabila ikut membantu melunasinya setelah menikah. Oleh karenanya, perjanjian pranikah dapat membantu melindungi pihak yang tidak berutang dan asetnya.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.