MALANG - Fenomena adanya salju di Gunung Bromo beriringan dengan liburan sekolah membuat wisatawan terus berdatangan.
Dari catatan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) jumlah wisatawan di Gunung Bromo mengalami kenaikan signifikan sepanjang bulan Juni 2019 ini.
Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Data Evaluasi, Pelaporan, dan Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarif Hidayat mengatakan sepanjang Juni 2019 hingga 25 Juni 2019 saja tercatat sudah di kisaran angka 84.000 pengunjung.
"Kalau untuk Mei 2019 di Bromo Semeru mencapai 53.686 pengunjung. Kenaikannya juga signifikan," tutur Sarif.

Dirinya juga menyebut kenaikan tersebut bisa disebabkan karena ketertarikan adanya fenomena frost yang dianggap momen eksotik dan langka di Gunung Bromo.
"Selain fenomena frost, bisa juga di pengaruhi oleh libur sekolah pasca libur lebaran," lanjutnya.
Sementara itu pengusaha travel Rio meyebut memang ada kenaikan signifikan terhadap pengunjung wisatawan yang menuju ke Gunung Bromo dan Semeru.
"Ada kenaikan 60 persen memang dibandingkan bulan sebelumnya. Rata - rata pengunjung bawa mobil sendiri," ungkap Rio.
Fenomena salju atau frost memang kerap muncul saat memasuki musim kemarau di kawasan Gunung Bromo Semeru. Suhu udara yang dingin mencapai angka 8 derajat sampai 12 derajat saat siang hari, dan 0 derajat sampai 7 derajat saat malam hingga pagi hari.
Kawasan wisata Bromo menyajikan pemandangan sunrise yang memesona dari Puncak Penanjakan. Usai menyaksikan matahari terbit, wisatawan biasanya melihat kawah Gunung Bromo yang masih aktif. Aktivitas selanjutnya bisa berfoto di lautan pasir, bukit Teletubies dan menyaksikan pusaran angin di Pasir Berbisik.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.