KABAR mengagetkan datang dari Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang dikabarkan ambruk dan dilarikan ke rumah sakit di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Kabarnya, dia masuk ICU karena didiagnosa sakit asma dan maag.
Berita ini tentu mengejutkan mengingat sang wali kota terkenal energik. Apalagi, penyakit asma juga sering kali dianggap sebagai penyakit yang tidak terlalu berbahaya. Namun, sebenarnya, seberapa bahaya asma sampai harus membuat Anda masuk rumah sakit?
Asma merupakan penyakit menahun akibat peradangan di saluran pernapasan. Peradangan itu kemudian membuat saluran udara menjadi sempit sehingga Anda kesulitan bernapas.
Asma termasuk salah satu penyakit kronis yang paling tidak berbahaya dibandingkan penyakit kronis lainnya karena dengan terapi yang tepat, gejala asma dapat dikontrol. Itu sebabnya banyak yang menganggap sepele penyakit ini. Meski tidak berbahaya, asma juga bisa berdampak fatal. Terlebih jika Anda terkena asma eksaserbasi akut.

Berbeda dari gejala asma kebanyakan, asma eksaserbasi akut bisa menyebabkan seseorang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Bahkan, jika sudah sangat parah, ada kemungkinan bahwa Anda harus mendapatkan perawatan intensif di ICU.
Menurut NIH National Asthma Education and Prevention Guideline, asma eksaserbasi akut merupakan suatu kondisi memburuknya gejala-gejala asma, seperti sesak napas, batuk, mengi, dan dada yang terasa sesak. Ketika mengalami fase ini, Anda akan semakin kesulitan bernapas, bahkan fungsi paru Anda juga akan terpengaruh.
Kondisi ini menyebabkan 1,4 juta orang di Amerika pada tahun 2004 harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Perempuan memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk terserang perburukan gejala asma ini, dibandingkan dengan laki-laki.