Awalnya, anak dengan sindrom ini dapat tumbuh seperti anak normal lain. Namun, setelah melewati masa pubertas, akan terjadi perubahan fisik yang sangat cepat.
Menurut National Institute of Health, berbagai gejala Werner syndrome yang umum terjadi adalah bertubuh pendek, rambut beruban dan suara serak, kulit menjadi tipis dan keras serta bagian lengan dan kaki sangat kurus.
Selain itu, gejala lainnya adalah terdapat penumpukan lemak abnormal di bagian tubuh tertentu, hidung menjadi runcing seperti paruh burung.

Selain perubahan fisik, orang dengan sindrom ini juga akan merasakan masalah kesehatan yang biasanya menyerang lansia, seperti katarak pada kedua mata, diabetes tipa 2 dan borok kulit ataupun aterosklerosis.
Tidak jarang, mereka juga mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis), bahkan pada kasus tertentu dapat menyebabkan kanker.
Orang dengan sindrom Werner rata-rata dapat hidup hingga usia akhir 40 atau 50 tahun awal. Umumnya, kematian disebabkan oleh aterosklerosis dan kanker.