“Stres pastilah. Apalagi ini kan buat hari bahagia dan penting, sekali seumur hidupnya Syahrini. Ini kan harus dipikirkan, ini momen sakral untuk dia. Jadi saya banyak konsultasi, ngobrol, Incess juga kan detail orangnya. Misalnya untuk ukuran, dia enggak mau ukurannya besar saya bilang saya juga enggak mau bikin yang ukurannya besar-besar. Bikin yang kecil ukurannya tapi meaningful, contohnya mahkota tiga tingkat dari ruby, safir, dan diamond untuk resepsi di Jepang itu,” imbuhnya.

Rinaldy menjelaskan lebih lanjut, walau merasa stres harus mengerjakan dengan detail lebih dari 20 aksesori pernikahan Syahrini-Reino hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan. Namun ia bersyukur memiliki kebiasaan untuk selalu siap setiap saat, karena terbiasa untuk menabung ide-ide kreatifnya setiap hari.
“Saya sudah kebiasaan, ready setiap saat. Hidup ini mikirnya ide melulu setiap hari kan saya simpan. Gambar kek di kertas, atau gambar kek di laptop. Tiap hari saya lihat apa yang unik-unik, saya kombinasikan dan kembangkan. Pendek kata, blue printnya sudah ada. Ini yang bikin saya bisa merancang sebanyak itu dalam waktu singkat," pungkas Rinaldy.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.