Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menyantap Jembut yang Jadi Idola Warga Semarang

Agregasi Solopos , Jurnalis-Minggu, 16 Juni 2019 |17:31 WIB
Menyantap Jembut yang Jadi Idola Warga Semarang
Kupat Jembut (Foto: Semarangpos)
A
A
A

“Cara bikinnya sama dengan ketupat pada umumnya. Hanya di sini yang khas ada tambahan isian taoge dan uang. Ini [uang] yang jadi rebutan anak-anak,” ujar seorang warga, Munawir, saat dijumpai wartawan di sela perayaan Syawalan di Kampung Jaten Cilik, Rabu pagi.

Warga setempat memang sudah lama menyebut ketupat isi taoge itu sebagai Kupat Jembut. Terdengar menjijikan, tetapi banyak warga yang antusias membuat Kupat Jembut setiap perayaan Syawalan.

Munawir menuturkan pembuatan Kupat Jembut berawal dari dua sesepuh kampungnya yang hijrah dari Demak ke Pedurungan. "Ada dua pasangan suami istri yang pindah ke Semarang. Mereka membuka lahan di sini. Sebagai pelopor berdirinya Kampung Jaten. Mereka lalu membuat sebuah budaya untuk memperingati Syawalan. Salah satunya agar ketupatnya lebih bergizi, maka diisi dengan taoge dan kubis," ujar pria berusia 45 tahun tersebut.

Tradisi Kupat Jembut sudah berlangsung sejak tahun 1950-an. Pembuatan ketupat itu untuk menunjukkan kesederhanaan warga setempat dalam menyambut perayaan Syawalan. Kupat Jembut, lanjut Munawir, tidak harus disantap dengan opor ayam. Warga biasanya menyantap Kupat Jembut dengan sayuran yang dicampur parutan kelapa dan sambal atau gudangan.

Menurutnya keberadaan kupat jembut merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah yang diberikan selama bulan Ramadan. "Kalau pas bagi-bagi kupatnya paling ramai itu karena banyak keluarga yang mudik. Jadinya yang datang jauh-jauh dari kota-kota besar ikutan nyawer,” ujar Munawir.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement