NEGARA kita memang kaya akan tanaman obat, salah satunya adalah mahkota dewa. Tanaman yang buahnya berwarna merah menyala ini diyakini bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Tidak heran jika sejumlah produk olahan herbal mahkota dewa laris manis diserbu pembeli. Lantas, apa klaim tersebut benar atau cuma rayuan iklan? Yuk, cari tahu jawabannya dalam ulasan berikut.
Mahkota dewa punya nama latin Phaleria macrocarpa. Tanaman ini adalah tanaman asli Indonesia yang berasal dari Papua. Masyarakat Indonesia juga mengenalnya dengan nama daun dewa, sambung nyawa, atau ngokilo khususnya di kepulauan Jawa.
Berikut ini sejumlah klaim manfaat mahkota dewa beserta fakta ilmiahnya yang perlu Anda pahami.
Baca Juga: 5 Potret Ngantuk Isyana Sarasvati, Mana yang Paling Bikin Gemas?

1. Mengatasi nyeri haid
Mengutip dari berbagai sumber, mahkota dewa memiliki kandungan antioksidan kuat seperti flavonoid, folifenol, saponin, tanin, terpenoid, dan alkaloid yang berlimpah.
Berdasarkan penelitian, kandungan antioksidan dalam ekstrak buah dari tanaman herbal ini bersifat antiradang yang berpotensi mengobati nyeri haid (dismenore primer). Secara umum, kekuatan efek antiradang dari ekstrak buah ini bisa berbeda tergantung dosis yang ditentukan setiap produknya.
Baca Juga: Masak Peyek Kacang, Peserta MasterChef Australia Asal Indonesia Berhasil Pukau Juri

2. Membantu menurunkan gula darah
Salah satu manfaat mahkota dewa yang paling populer adalah sebagai obat diabetes alami.
Namun berdasarkan uji laboratorium, konsumsi rutin dari ekstrak buah ini selama 4 minggu tidak begitu berhasil menurunkan gula darah. Dari 14 orang yang diteliti, hanya 1 orang saja yang gula darahnya menurun setelah minum suplemen tersebut.
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa konsumsi suplemen ekstrak mahkota dewa tergolong aman dalam kurun waktu 4 minggu karena tidak ada efek racun untuk hati dan ginjal. Pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT) dan ginjal (BUN, kreatinin serum) tidak menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan.
Meski demikian, para ahli menyarankan para diabetesi agar tidak mengonsumsi ekstrak buah ini sebagai satu-satunya cara untuk mengobati diabetes. Kemanjuran obat herbal ini dalam menurunkan gula darah masih belum terbukti secara klinis.