Di otak, nikotin akan meningkatkan pelepasan substansi tertentu yang disebut dopamin. Dopamin sendiri berperan berperan dalam memperbaiki suasana hati dan menyebabkan seseorang merasa puas. Proses pelepasan dopamin inilah yang memicu timbulnya efek adiktif.
Kalau kebiasan merokok berlangsung bertahun-tahun, tubuh pun akan merasa nyaman. Kendati demikian, efek sampingnya sama seperti fenomena 'gunung es'.
Di satu sisi tubuh terasa lebih nyaman dan tidak stres, di sisi lain bahan bahan kimia yang terhisap bisa menyebabkan perubahan sistem pembuluh darah dan merangsang perubahan sel menjadi sel kanker.
"Melawan dopamin inilah tantangan terberat yang harus dilewati seseorang yang ingin berhenti merokok. Kalau berhasil, dia bisa benar-benar menghindari keinginan merokok. Dalam bahasa medis, kami menyebutnya dengan istilah withdrawl," tukas Agus.
(Helmi Ade Saputra)