Selain itu, sambung Bambang, pengemudi kondisinya juga harus sehat mental selama mengemudi. Karena setiap menempuh perjalanan jauh, tingkat stres akan mudah meningkat, apalagi dalam waktu lama.
Pemeriksaan kesehatan tersebut, dilakukan pada pengemudi yang memiliki jarak tempuh cukup lama, setidaknya 4 jam. Atau yang punya rute padat dan sering, seperti bus AKAP dan AKDP.
Bambang menambahkan, di dalam perjalanan, setiap bus wajib punya sopir cadangan agar meminimalisir kecelakaan. Namun sopir cadangan tersebut harus punya kondisi kesehatan yang prima, agar perjalanan panjang tetap lancar.
"Selama perjalanan mudik, pengemudi harus menerapkan perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ini harus disosialisasikan agar mudik nantinya lancar dan mencegah kecelakaan," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.