Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menilik Mitos Diinjak Kaki Wanita Hamil Bisa Tertular?

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Minggu, 19 Mei 2019 |07:32 WIB
Menilik Mitos Diinjak Kaki Wanita Hamil Bisa Tertular?
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

KEBERAGAMAN budaya Indonesia memicu timbulnya kepercayaan maupun mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Salah satu mitos yang hingga saat ini masih dipercayai oleh masyarakat Indonesia adalah seseorang akan tertular hamil, jika jempol kakinya terinjak wanita yang sedang mengandung.

Mitos itu begitu sering terdengar, hingga banyak pasutri berinisiatif mencobanya, namun seperti apakah kebenaran mitos tersebut?

Berdasarkan hasil penulusuran Okezone dari berbagai sumber, Minggu (19/5/2019), belum diketahui secara pasti apakah mitos ini benar-benar telah terbukti ampuh.

Baca Juga: 6 Ciri-Ciri Perempuan Bakal Punya Anak Banyak

Meski demikian, ada sebuah fakta menarik yang menarik untuk kita ketahui.

Meski demikian, ada sebuah fakta menarik yang menarik untuk kita ketahui. Menurut penelitian yang dilakukan para ahli kandungan di Amerika Serikat, disebutkan bahwa kehamilan ternyata benar-benar bisa menular.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Sociological Association pada tahun 2014, "Seorang perempuan yang hamil secara positif bisa memengaruhi teman dekatnya untuk hamil."

Percaya atau tidak, hasil penelitian telah diuji oleh sejumlah ahli. Proses penularannya pun terbilang unik. Ketika seorang wanita hamil menceritakan secara terus menurus kondisinya, hal itu diklaim dapat memengaruhi orang-orang di sekitar.

Nah, untuk membuktikan hal tersebut, para peneliti telah menganalisis data 1.720 wanita yang terlibat dalam Studi Longitudinal Nasional Kesehatan Remaja (ADD Health) di Amerika Serikat dari pertengahan 1990-an hingga pertengahan 2000-an.

Baca Juga: Perjuangan Zaskia Sungkar Sewindu Menanti Momongan Bikin Mewek

Bila ditilik lebih lanjut, proses penularan ini dilakukan melalui psikologi seseorang bukan dari proses biologis.

Dari hasil penelitian itu, para peneliti menemukan bahwa ada unsur 'penularan' yang kuat ketika seorang wanita menceritakan kondisi kehidupannya saat sedang hamil atau pasca memiliki anak. Hal tersebut secara tidak langsung memengaruhi teman atau sahabat terdekatnya untuk turut merencanakan kehamilan.

Bila ditilik lebih lanjut, proses penularan ini dilakukan melalui psikologi seseorang bukan dari proses biologis. Secara psikologis seorang wanita akan semakin siap dalam menghadapi kehamilan setelah memiliki komunitas yang sama dengannya.

Hal tersebut juga harus didukung oleh beberapa faktor lain agar kehamilan benar-benar bisa terjadi. Antara lain, memiliki pasangan yang sehat, mampu berhubungan seks, tidak memiliki penyakit khusus yang berkaitan dengan kesuburan reproduksinya, dan masih dalam usia masa subur.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement