2. Nikah Sedarah
Dunia medis sepakat kalau pernikahan sedarah adalah tindakan yang tidak boleh dilakukan. Ini berkaitan dengan memperkuat gejala abnormal yang malah bisa terbentuk karena pernikahan sedarah.
Tapi, Suku Polahi di pedalaman hutan Humohulo, Gorontalo, tidak mempercayai hal tersebut. Mereka malah menjalani pernikahan sedarah dengan tujuan untuk menghindari kepunahan. Apakah banyak manusia cacat di sana? Diterangkan beberapa sumber, masyarakat di sana normal dan ini seperti membantah persepsi medis. Ya, percaya tidak percaya, begitulah yang terjadi di sana.

(Foto: Ilustrasi)
3. Penggal Kepala untuk Mas Kawin
Terdengar mengerikan? Begitulah yang dilakukan masyarakat di Pulau Seram, Maluku. Suku Naulu ini percaya kalau memenggal kepala manusia itu merupakan cara persembahan kepada nenek moyang. Cara ini dilakukan agar masyarakat Suku Naulu terhindari dari mala petaka atau musibah. Beberapa orang juga percaya tradisi ini dilakukan sebagai bentuk kebanggaan dan simbol kekuasaan.
Selain itu, suku Naulu juga memenggal kepala manusia untuk dijadikan sebagai mas kawin ketika seseorang dari suku ini ingin menikah. Dalam sejarahnya, raja suku Naulu menggunakan cara ini untuk memilih seorang menantu laki-laki. Tradisi ini dilakukan untuk pembuktian juga seberapa jantan calon mempelai pria.