Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Mitos Cacar Air yang Sudah Terbukti Hoax!

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Rabu, 08 Mei 2019 |10:24 WIB
7 Mitos Cacar Air yang Sudah Terbukti <i>Hoax</i>!
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PENYAKIT cacar air adalah penyakit menular yang bisa menyerang semua kelompok usia. Gejala yang timbul berupa ruam dan gatal pada kulit, demam ringan, hingga munculnya lenting pada seluruh tubuh dan wajah.

Banyak mitos yang beredar yang membuat orang salah kaprah tentang cacar air. Nah, apa saja ya mitos dan fakta seputar penyakit cacar air?

Anda pastinya sering mendengar bahwa orang yang pernah terkena cacar air tidak akan terjangkit untuk kedua kalinya. Duh, benar tidak ya kabar tersebut? Adakah mitos lain yang seharusnya tidak Anda percayai?

Baca Juga: Tampilan Seksi Pink Panda Kembaran Blackpink dari Indonesia

1. Jika sudah pernah kena, tidak akan cacar lagi

Hal ini adalah mitos yang paling banyak dipercayai. Katanya, penyakit cacar air hanya berlaku satu kali seumur hidup. Pada kenyataannya, ketika Anda atau anak Anda terkena cacar air, tubuh akan memproduksi immunoglobulin.

Antibodi ini berfungsi untuk melawan virus cacar air seumur hidup Anda. Akan tetapi, tidak semua orang akan memproduksi antibodi yang sama persis, sehingga bisa saja cara kerja dan efektivitasnya berbeda.

Dilansir dari healthline.com Anda mungkin mengalami cacar untuk kedua kalinya pada kondisi cacar air yang pertama kali Anda alami pada usia kurang dari 6 bulan, kondisi cacar air yang pertama sangatlah ringan atau Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah agar mengetahui apakah Anda berisiko terkena penyakit ini lagi.

Baca Juga: Busana Terbaik di Met Gala 2019, Idolamu Ada Gak?

2. Menggaruk dapat meninggalkan bekas luka

Salah satu gejala yang paling mengganggu pada cacar air adalah kulit gatal. Namun, Anda mungkin akan menahan rasa gatal itu karena percaya bahwa menggaruk lenting hanya akan meninggalkan bekas luka yang susah hilang.

Faktanya, hal tersebut hanya berlaku untuk orang yang menggaruk daerah yang sama berulang kali. Ketika hal itu terjadi, mungkin saja lenting cacar terinfeksi bakteri. Hal inilah yang jika tidak diobati akan menimbulkan bekas luka. Oleh karena itu, sebenarnya menggaruk lenting ketika cacar memang tidak apa-apa, asalkan tidak terlalu sering.

Nah untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan beberapa cara seperti mandi dengan campuran oatmeal dan menggunakan sabun ringan, seperti sabun bayi, mengompres daerah yang gatal dengan kain yang sudah disiram air dingin atau mengoleskan lotion ke bekas cacar air, tapi harus dianjurkan oleh dokter.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement