Selain wisata bawah laut yang indah dan melihat pemandangan yang alami, Di pulau ini juga kita bisa melihat konservasi Penyu Hijau dan Penyu Sisik yang dilakukan oleh SKK Migas dan Premier Oil Natuna dengan tujuan menjaga ekosistem laut dan menjaga kelestarian Penyu.
Menurut Kepala Perwakilan Sumbagut, Avicenia Darwis, konservasi Penyu ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian industri hulu migas terhadap lingkungan dan bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

"Kita bersama masyarat terus menjaga lingkungan di wilayah yang bersentuhan langsung dengan industri migas," ujar Avi.
Di Pulau Pahat, secara alamiah puluhan Penyu Sisik dan Penyu Hijau bertelur pada malam hari, hingga menjelang pagi, biasanya bertelur di hamparan pasir putih pada Januari - April atau Mei – Agustus.
Dalam satu hari ada ratusan telur penyu yang dihasilkan, yang kemudian dirawat oleh warga, dibantu SKK Migas dan Premier Oil Natuna, agar menghasilkan anak-anak penyu (tukik) yang bisa hidup dan berkembang, sehingga ekosistem laut tetap terjaga.