2. Berpikir kreatif
Setelah anak generasi zaman now bisa mengolah informasi, waktunya mereka untuk diajak berpikir kreatif. Ini tentunya bisa muncul ketika sikap kritis sudah dibangun sebagai fondasi utamanya. Berpikir kreatif sangat penting agar sikap kritis yang ada di diri si anak dapat tersampaikan dengan baik dan benar.
"Guru mesti bisa mengarahkan anak untuk berpikir metakognisi. Jadi, ketika si anak melakukan apa yang menjadi informasinya, dia bisa berpikir apakah ini salah atau benar. Dengan begitu, sikap si anak akan ditentukan oleh dirinya sendiri," terang Itje.

3. Diajak berkolaborasi
Kemudian, dengan sudah terbangunnya metakognisi pada anak, mereka akan mengenali jalan keluar sesuai dengan pemahamannya sendiri. Dan dengan begitu, si anak akan sadar kalau dirinya ini bukan lagi menganggap lawan menjadi sesuatu hal yang mesti ditindas. Tetapi, lawan adalah teman berkolaborasi.
Itje menyatakan, anak sekarang perlu dilatih berkolaborasi bukan lagi berkompetisi. Sadar atau tidak, sebetulnya ini sudah dilakukan banyak pihak. Contohnya saja ponsel. Sudah tidak bisa lagi produk A mengaku lebih canggih dibanding produk B.
Tapi, yang menjadi catatan sekarang adalah dengan kemampuan masing-masing, kemudian menciptakan kultur atau budaya saling melengkapi dan ini akan membuat sesuatu lebih besar lagi.
"Kalau ingin bisa berkolaborasi dengan baik, si anak tentunya mesti bisa berkomunikasi dengan baik. Sebab, komunikasi yang baik adalah fondasi dari bagaimana kolaborasi yang hebat terbangun. Anak diajarkan juga untuk tidak mudah tersinggung dan memahami cara berkomunikasi orang lain agar tidak terjadi perpecahan demi kolaborasi yang baik," papar Itje.