Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.
Perjuangan dan aksi-aksi yang mereka lakukan pun akhirnya membuahkan hasil. Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions.

Selain memberikan tuntutan delapan jam sehari, momen ini juga memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.
Tanggal 1 Mei dipilih karena terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada pada 1872 yang menuntut delapan jam kerja. Sementara Amerika Serikat sendiri baru memberlakukan kebijakan ini pada di 1 Mei 1886.