“Melihat potensinya, Tourism Hub yang paling strategis. Untuk mengurai detail teknisnya, maka FGD Tourism Hub untuk Pasar Eropa dilaksanakan. Ada banyak input yang dihasilkan dari forum ini. Sebab, pesertanya sangat interaktif,” jelas Nia lagi.
Untuk mendukung konsep tersebut, maka dipilihnya Singapura sebagai Hub-nya. Sebab, Negeri Singa memiliki proximity dengan Indonesia. Selain itu, mereka juga berstatus sebagai Hub penerbangan dari Eropa yang terbesar. Ada 5 negara Eropa yang menggunakan Singapura sebagai Hub. Negara ini adalah Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, dan Russia. Potensi pergerakan wisman ke-5 tersebut juga kompetitif.
Memakai Singapura sebagai Hub, pergerakan wisatawan Inggris mencapai 588.863 orang pada 2018. Saat ini pergerakannya menjanjikan, sebab di rentang Januari-Februari 2019 pergerakannya sudah mencapai 121.734 orang. Jerman berada di strip 2 dengan 356.797 wisatawan sepanjang 2018. Lalu, potensi Januari-Februari 2019 mencapai 88.294 orang wisatawan.
Potensi menjanjikan juga ditunjukan Prancis dengan pergerakan 204.766 wisatawan di 2018. Di rentang Januari-Februari pergerakan mereka menuju Singapura mencapai 37.992 orang. Status Singapura sebagai Hub ideal juga ditegaskan pergerakan 98.328 wisatawan Belanda pada 2018. Pada tahun yang sama, ada juga mobilitas 84.525 wisatawan Russia di Negeri Singa.
“Tourism Hub juga diarahkan untuk mensikapi keterbatasan direct flight dari Eropa. Satu sisi, posisi dari Singapura menjadi Hub besar bagi Eropa. Untuk mengolah pasar Singapura, kami ini juga sudah punya formulasinya. Konsep Hotdeals tentu akan dioptimalkan,” tambah Ayu.