"Ada juga beberapa alumni yang kini sudah bekerja seperti ngegrab atau ojek, siang ikut kesini ikut nongkrong-nongkrong. Ada juga yang bekerja nyablon di sini dan sekarang sudah menyablon di tempat lain. Jadi kami di sini gak menyebut mereka pasien, mereka di sini adalah warga dan kami di sini adalah teman yang menyertai mereka", sambungnya.
Dokter TRai mengatakan bahwa dirinya sengaja menanamkan ide-ide kretaif kepada para pasiennya agar bisa mengembangkan bakat dan kemampuannya agar dapat produktif. Salah satunya dengan membuat kerajinan tangan dengan kertas koran. Ia pun mengatakan para donatur yang ingin membantu tak hanya bisa menyumbangkan uang, melainkan beberapa benda yang nantinya bisa diolah oleh mereka.
Baca Juga: Rutin Konsumsi Buah Ini Bantu Cegah Diabetes Tipe 2
"Bagi mereka, karena banyak pasien yang menganggap nasibnya sama seperti barang tersebut. Mereka bekas, dibuang, namun bisa aktif kembali dengan bersosialisasi bersama teman-temannya. Sehingga kepercayaan diri semakin meningkat dan halusinasi perlahan menghilang. Mereka semakin dekat dengan dunia nyata dan tidak larut dalam fantasi saat bengong," tuntasnya.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.