ANAK cengeng memang bisa membuat orangtua kesal. Apalagi ketika rengekannya berjalan sepanjang hari tanpa sebab. Cengeng merupakan hal wajar yang terjadi pada anak.
Namun, jika sudah memasuki usia sekolah, ini akan menambah kesulitan bagi orangtua untuk membiarkan anak mandiri. Bagaimana cara mengatasi anak cengeng? Simak ulasannya di sini.
Seperti yang telah disinggung di atas, anak cengeng itu wajar, terlebih ketika dia masih berumur di bawah 2 tahun. Biasanya anak belum bisa atau sulit menjelaskan apa yang membuat mereka menangis.
Tapi, bila anak sudah cukup besar, seperti usia sekolah misalnya, perilaku anak ini akan membuat orang lain terganggu. Tak jarang, dia akan mudah dicap sebagai anak cengeng.
Penting untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab anak cengeng. Karena pada dasarnya cengeng bisa disebabkan karena beberapa hal umum. Salah satunya karena anak Anda memang memiliki perasaan yang sensitif atau pola asuh Anda terhadap anak memang berbeda dan kurang tepat.
Baca Juga: Putra Mahkota Kerajaan Malaysia Nikahi Perempuan Swedia

Bila Anda sering memanjakan anak, dia bisa tumbuh menjadi anak cengeng. Ini pun akan berdampak pada kegiatan sosialisasi anak dengan pergaulannya. Tak jarang juga ditemukan bahwa anak cengeng itu cenderung tidak percaya diri, malu, takut, dan merasa ragu dengan kemampuannya sendiri. Ini merupakan pekerjaan rumah bagi para orangtua untuk bisa mengatasi sikap anak yang cengeng.
Ada baiknya orangtua tidak menyepelekan masalah-masalah ini. Dikhawatirkan, anak nantinya akan punya banyak hambatan untuk berkembang dan bergaul di dunia luar ataupun masa depannya.
Emosi, perasaan, dan maksud tangisan anak memang sulit ditebak. Anda harus sabar-sabar dan berlatih menerapkan beberapa cara berikut ini.
1. Bantu perkembangan kecerdasan emosional anak
Sudah sepatutnya orangtua bisa dengan baik mengenali sikap anaknya. Di sini Anda diharapkan untuk mengetahui dan mengembangkan kecerdasan emosional anak sebaik mungkin. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali dan mengelola perasaannya sendiri serta perasaan orang lain.
Anak dengan kecerdasan emosional biasanya tahu hal-hal apa saja yang disukainya dan yang tidak disukai. Maka kalau ada sesuatu yang membuatnya resah, dia bisa mengomunikasikan perasaan tersebut dengan baik pada orangtuanya, bukannya lewat tangisan.
Baca Juga: Suka Pakai Rok Mini, Gamers Seksi Nixia Sering Bikin Gagal Fokus

2. Jangan terbawa emosi
Terkadang para orangtua akan marah, emosi dan kesal melihat anaknya terus-menerus menangis. Hal ini harus dihindari, karena reaksi orangtua ini akan disalahartikan oleh anak. Anak bisa saja mengira ini sebuah ancaman dan tanda bahwa orangtuanya tidak menyayangi anak.
Anda perlu menenangkan diri Anda secepat mungkin, lalu berpikir cepat untuk menenangkan anak yang cengeng. Setelahnya, sejajarkan posisi mata anak dengan mata Anda, pegang tubuhnya dengan tegas tapi tidak kasar. Bila anak Anda menangis, tanyakan dengan lembut, apa yang membuat dia menangis dan apa keinginannya.
Ini membutuhkan waktu lama untuk membuat anak menjawab dan tidak menangis lagi. Lakukan perlahan hingga anak berhenti menangis dan mau menjawab. Dibutuhkan kesabaran bagi para orangtua untuk melakukan langkah ini.