4. Ajari anak mengambil keputusan
Mendidik anak perempuan bukan berarti mendikte segala keputusan untuknya. Justru Anda perlu melatih kemampuannya mengambil keputusan. Suatu hari nanti, anak akan tumbuh jadi wanita yang berpendirian dan bertekad. Tak melulu bergantung pada orang lain untuk menentukan pilihan baginya.
Mulai dengan hal sederhana seperti menanyakan apakah anak lebih memilih pergi ke pesta ulang tahun teman sekelasnya atau ikut ujian renang yang kebetulan jatuh di hari yang sama. Atau biarkan anak memilih sendiri satu barang yang mau dibeli, buku bacaan atau mainan baru.

5. Dengarkan anak
Anak perempuan yang tangguh tahu bahwa pendapatnya penting dan patut didengar. Jadi, Anda harus belajar untuk mendengarkan anak. Jangan selalu berasumsi Anda tahu apa yang dirasakan atau dipikirkan putri Anda.
Sebaliknya, dengarkan dan tanya anak lebih jauh soal pikiran dan perasaannya. Misalnya jika anak mengeluh soal tugas sekolahnya. Tak perlu langsung memarahi anak, apalagi menuduhnya malas.
Anda justru bisa bertanya, “Kenapa kamu merasa malas? Menurutmu kira-kira bagaimana caranya supaya malasnya bisa hilang?” Dari jawabannya, Anda bisa memberikan nasihat yang tepat. Ia juga jadi tahu bahwa Anda menghargai perasaannya.
(Martin Bagya Kertiyasa)