Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inilah Jurnalis Perempuan yang Berani Pertaruhkan Nyawa di Medan Perang

Amanda Rahma , Jurnalis-Minggu, 21 April 2019 |13:49 WIB
Inilah Jurnalis Perempuan yang Berani Pertaruhkan Nyawa di Medan Perang
Jurnalis Wanita (Foto: GQ)
A
A
A

APA yang Anda pikirkan tentang jurnalis perempuan yang bertugas di wilayah konflik? Mungkin kita akan berpikir, seorang wanita yang mengenakan baju besi untuk tubuhnya, dengan lencana Pers terpampang di bagian depan, berdiri di tengah-tengah debu dan kekacauan yang sedang terjadi di zona perang.

Dapat dikatakan bahwa menjadi seorang jurnalis wanita yang bertugas di zona perang harus sangat diapresiasi. Pasalnya mereka melakukan sesuatu hal yang memiliki resiko yang sangat berbahaya. Seperti kehilangan nyawanya dan terluka akibat gempuran senjata.

Dilansir dari GQ, Minggu (21/4/2019), inilah beberapa jurnalis wanita terbaik yang telah terjun langsung ke zona perang tersebut.

Rossalyn Warren

Warren menghabiskan waktu lima tahun untuk melaporkan berita yang sedang terjadi di Afrika, Amerika Tengah dan Eropa. Sementara pekerjaannya di zona konflik membawa bahaya untuk dirinya, sifat yang sensitif dari beberapa berita yang dia tulis saat di Rwanda dan Cina telah menyebabkan ia dikuntit dan ditempatkan di bawah pengawasan ketat dan diserang di media sosial.

“Seperti banyak wartawan lepas lainnya yang meliput berita internasional, saya sering bepergian sendirian, dan ada banyak momen di mana sendirian berada dalam bahaya. Ada kebutuhan besar yang lebih baik untuk freelancer, apakah itu terkait asuransi atau keamanan digital.", jelas Rossalyn.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement