Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Salat Umat Muslim yang Bertato Tidak Akan Diterima Allah?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Minggu, 14 April 2019 |04:45 WIB
Benarkah Salat Umat Muslim yang Bertato Tidak Akan Diterima Allah?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Artinya:

Mayoritas ahli fiqih berpendapat, tato adalah haram berdasarkan sejumlah hadits shahih yang melaknat orang yang membuat tato atau orang yang minta ditato. Salah satu haditsnya adalah riwayat Ibnu Umar RA. Ia berkata, Rasulullah SAW melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang meminta rambut disambung, orang yang membuat tato, dan orang yang membuat tato disambung. Sebagian ulama Malikiyah dan Syafi’iyah memasukkan tato sebagai dosa besar yang pelakunya dilaknat (oleh Allah). Sebagian ulama Malikiyah mutaakhirin menganggapnya makruh. An-Nafrawi menjelaskan bahwa makruh yang dimaksud adalah haram,” (Wizaratul Auqaf was Syu’unul Islamiyyah, Mausu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, [Kuwait, Wizaratul Auqaf: 2005 M/1425 H], cetakan pertama, juz XXXXIII, halaman 158 ).

Lebih lanjut, dijelaskan juga di sana, Syekh Wahbah Az-Zuhayli menyebut kata 'al-wasymu' bermakna sebuah praktik pembuatan gambar dengan cara memasukkan jarum halus ke kulit kemudian memasukkan zat warna ke dalam bekas tusukan tersebut hingga warna itu menjadi kehijauan atau kebiruan.

Perkataan Syekh Wahbah Az-Zuhayli bisa dibaca sebagai berikut;

ويحرم … ووشْم (وهو غرز الجلد بإبرة حتى يخرج الدم ثم حشوه كحلاً أو نيلة ليخضر أو يزرق بسبب الدم الحاصل بغرز الإبرة)، … لقوله صلّى الله عليه وسلم لعن الله الواشمات والمستوشمات، والنامصات والمتنمصات، والمتفلجات للحسن، المغيرات خلق الله أي الفاعلة، والمفعول بها ذلك بأمرها، واللعنة على الشيء تدل على تحريمه؛ لأن فاعل المباح لا تجوز لعنته

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement