Ayse sudah memiliki tato di tubuhnya sejak dia masih muda. Berdasar ceritanya, tato di tubuhnya sudah berusia 70 tahun dan siapa sangka karena tato itu, kini dia sekarat.
Sementara itu, beberapa perempuan menyalahkan pertentangan agama yang meningkat terhadap praktik ini di Turki. Mereka mengatakan para pengkhotbah beralasan, tato adalah dosa, tetapi Ayse mengatakan metode tradisional baru saja kehilangan pamornya sekarang.
"Pada waktu itu, tato adalah rias wajah kami," katanya. "Sekarang ada make-up dan tidak perlu membuat dirimu cantik dengan tato."
(Utami Evi Riyani)