KITA perlu meninggalkan persepsi bahwa tindakan bullying tidak berbahaya dan menjadi bagian alami dari proses tumbuh kembang anak. Intimidasi dan penganiayaan harus dianggap sebagai bentuk lain dari stres beracun yang efeknya memiliki potensi besar pada kesehatan mental dan fisik seseorang.
Jika Anda mencurigai adanya perubahan sikap dan perilaku anak yang terkait dengan gejala korban bullying, jangan takut untuk datang langsung dan bertanya lembut namun pasti pada anak remaja Anda, seperti “Ada masalah apa, nak di sekolah?” atau “Kamu pernah diganggu sama teman di sekolah?”.
Anda sebagai orangtua harus lebih aktif untuk memancing anak curhat karena tidak sedikit korban bullying yang menyembunyikan penderitaan mereka di sekolah dari orangtuanya.
Baca Juga: Kiat Cerdas agar Anak Tidak Kecanduan Main Gadget
