“Paling banyak di indonesia adalah telur kedua ada susu sapi. Alergi lainnya bisa disebabkan oleh debu, tungau, kulit binatang dll. Tungau paling sering menyebabkan alergi karena terhirup, pasalnya mereka hidup dari debu,” terang Prof Budi, saat diwawancarai Okezone dalam acara Sarihusada World Allergy, Rabu (10/4/2019).
Selain dua faktor yang telah disebutkan di atas yakni makanan dan debu, riwayat dari anggota keluarga yang memiliki alergi juga turut berperan. Anak yang lahir dengan cara cesar lebih berpotensi mengalami alergi ketimbang yang lahir dengan cara spontan/normal.
“Apabila kedua orangtua memiliki riwayat alergi maka 40-60 persen anaknya akan mengalami alergi. Tingkat tersebut akan semakin meningkat menjadi 60-80 persen jika kedua orangtuanya memiliki manifestasi yang sama,” lanjutnya.
Sang anak berpotensi sebesar 20-30 persen mengalami alergi apabila salah satu orangtuanya memiliki turunan alergi. Risiko akan semakin menurun hingga 25-30 persen jika saudara kandung memiliki riwayat alergi.
Namun bukan berarti seseorang akan terbebas dari alergi apabila tidak memiliki riwayat alergi. Anak mereka masih berpotensi sebesar 5-15 persen terkena alergi karena faktor ilmiah.
(Santi Andriani)