KISAH cinta seseorang memang terkadang tidak masuk akal. Banyak orang memilih kawin lari ataupun meninggalkan segala jabatan dan kemewahan yang dia punya untuk menikahi seseorang.
Semua itu cerita biasa yang banyak kita dengar. Tapi tidak dengan kisah Erika La Tour Eiffel (37), yang mengklaim telah menikahi Menara Eiffel.
Mantan tentara yang tinggal di San Francisco ini gemar mencintai benda. Dia sempat menyukai Tembok Berlin dan mengklaim pernah berhubungan fisik dengan sepotong pagar, lalu dia simpan di kamarnya.
Baca Juga: Kisah Suami yang Jatuh Cinta dengan Kekasih Istrinya, Ketiganya Hidup Bersama!

Setelah itu, dirinya jatuh hati dengan Menara Eiffel, sampai melakukan upacara pernikahan intim yang dihadiri oleh segelintir temannya. Acara intim tersebut dihelat 4 Juni 2017 sekira pukul 22.00 waktu Paris.
Sampai dia pun mengubah namanya secara hukum untuk mencerminkan ikatan dengan Menara Eiffel. Sungguh tak masuk akal!
Kemudian, Erika meninjau kembali struktur besar sebagai bagian dari film dokumenter tentang Five on Objectum-Sexual women. Ada sekira 40 orang di dunia yang telah menyatakan diri mereka OS, semuanya perempuan dan banyak dari mereka juga penderita Sindrom Asperger.
Istilah OS pertama kali diciptakan oleh Eija-Riitta Berliner-Mauer, seorang wanita berusia 54 tahun yang telah "menikah" dengan Tembok Berlin selama 29 tahun.
Baca Juga: Pernikahan 6 Pasangan Beauty and The Beast, Bukti Kekuatan Cinta Sejati!

Sebelum kembali ke Paris untuk ulang tahun pernikahan pertamanya, Nyonya Erika masih mengunjungi Tembok Berlin. Itu karena kecintaannya terhadap apa yang dilihat banyak orang Jerman sebagai simbol penindasan, yang mengarah pada pertemuan yang tidak nyaman dengan anggota staf di museum Checkpoint Charlie.
"Saya hanya tidak mengerti bagaimana beberapa orang dapat membawa seseorang ke dunia seperti anak kecil," katanya, dikutip Okezone dari Telegraph, Sabtu (6/4/2019).
Perempuan 46 tahun tersebut, menceritakan kondisi awalnya bagaimana bisa mencintai benda sampai mati. Dia menyalahkan pengasuhannya atas kondisinya, serta mengaku telah dianiaya oleh saudara tirinya, kemudian ditinggalkan oleh orangtuanya ke berbagai rumah asuh. "Jika saya seperti saya hari ini karena pengalaman pribadi yang berujung trauma," bebernya.
Bahkan seorang Psikoterapis Jerry Brooker dari Negara Bagian New York, diwawancarai untuk film dokumenter itu. Dia mengatakan bahwa wanita OS termotivasi oleh kebutuhan untuk kontrol kepribadiannya. "Seseorang yang jatuh cinta pada benda-benda dapat mengendalikan hubungan itu dengan cara mereka sendiri," katanya.
Sebagian pengakuan dari wanita OS menganggap bahwa benda-benda yang mereka tidak akan mengecewakan. Hal itu sangat menarik bagi seseorang apalagi yang sering merasa kesepian.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.