
Para sahabat pun diperintahkan untuk mengerjakan shalat dan berbuat baik. Hal ini dijabarkan dari hadits yang dikutip oleh Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Kitab Fathul Bari Syarah Shahih Al Bukhari. Dalam kitab itu, Ibnu Rajab menulis:
وقال ابن عباس: حدثني أبو سفيان في حديث هرقل، فقال يأمرنا، يعني النبي صلى الله عليه وسلم، بالصلاة والصدق والعفاف
Artinya, “Ibnu Abbas berkata, dari Abu Sufyan tentang hadits Herakilius bahwa Nabi Muhammad SAW memerintahkan kami shalat, jujur, dan menjaga harga diri.”
Lalu, berapa rakaat kah shalat yang dilakukan Rasulullah dan para sahabat sebelum Isra‘?
Menilik penjelasan di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa perintah untuk mengerjakan shalat memang sudah ada sebelum peristiwa Isra‘. Hanya saja, bentuk shalat, berapa rakaat, dan kapan saja waktunya masih belum pasti.
Seperti yang tertera pada penjelasan Ibnu Rajab dalam Fathul Bari. Disebutkan bahwa sejumlah ulama berbeda pendapat terkait bagaimana shalat Rasul sebelum isra’. Namun, seluruh ulama ingin membuktikan bahwa kewajiban shalat sudah ada sebelum isra’. Ibnu Rajab menjelaskan: