Intip Gaya-Gaya Kece Fadel Islami,Tunangan Baru Musdalifah
“Kegiatan pembelajaran ini dilakukan demi memeringati hari air sedunia, yang jatuh di Bulan Maret. Kami mengadakannya dua kali setahun. Pertama, menjelang musim hujan saat kondisi mata air surut/kecil karena kemarau dan di Bulan Oktober,”ujar Onesimus Maryono.
Tak hanya satu tempat, biasanya kegiatan sederhana ini, kata Simus, demikian sang kepala sekolah biasa dipanggil selalu dilakukan oleh ‘peneliti’ cilik kelas IV dan V di tiga belik sasaran di satu daerah aliran sungai. Data masing-masing belik akan dicatat dan dikumpul, kemudian dibawa pulang ke sekolah untuk dijadikan bahan belajar.
“Para pelajar ndeso ini belajar meneliti keadaaan lingkungannya agar tumbuh cinta dan peduli akan kelestarian lingkungan. Lebih dari itu, sikap gaten (memperhatikan), telaten (tekun) dan titen (menandai) dapat dipupuk dan dikembangkan sebagai dasar mencari pengetahuan,”ujar Simus.
(Santi Andriani)