Konon, gong tersebut berasal dari kapal milik warga China, Dong Son yang terdampar. Menurut Menpar Arief, Gong Nekara merupakan simbol jika Kepulauan Selayar sudah sejak dahulu menjadi tempat transit kapal perdagangan.
“Ini (gong) memperkuat sejarah, bahwa sejak dulu, Selayar sudah menjadi tempat transit, kapal-kapal besar dari banyak negara. Karena itu, Selayar yang memiliki potensi alam bawah laut yang hebat, seperti Takabonerate, bisa juga dilewatkan saat Yacht melakukan reli regatta setiap tahunnya,” tambah Menpar Arief.
Dalam kesempatan tersebut, Menpar Arief yang mengenakan kemeja dan kacamata hitam serta selendang berwarna merah juga berkesempatan memukul gong. Menggunakan tangan kosong, dia memukul bagian tengah gong yang memiliki simbol gong. Terdengar bunyinya cukup nyaring meskipun diletakkan. Terbayang suara yang keluar akan lebih besar lagi jika gong digantung dan dipukul menggunakan alat khusus.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.