Pada artikel tersebut, Meghan juga sempat menyebut salah satu perusahaan lokal yang dikepalai oleh Hadi Wijaya. Perusahaan ini diklaim dapat memproses lebih dari 34 ton ikan tuna, atau 5.000 ton ikan dalam kurun waktu satu tahun.

Hasil produksi mereka kemudian diekspor ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Korea Selatan. Bisnis ini tidak main-main. Pihak perusahaan harus memiliki fasilitas sanitari yang canggih dan sesuai dengan standar yang berlaku. Apalagi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan oleh negara konsumen cenderung ketat.
Pertumbuhan jumlah eskpor tuna Indonesia juga dilaporkan terus meningkat. Sejak 2014 lalu, jumlah eskpor tuna Indonesia ke Amerika Serikat meningkat secara signifikan hingga 130% dari tahun sebelumnya.
Data yang dilampirkan Meghan menyebutkan, setengah dari hasil tangkapan tuna Indonesia dikirim langsung ke Amerika Serikat dalam bentuk ikan beku utuh atau fillet.