Awalnya dokter kandungan meyakini bahwa sang janin menderita kista hati. Namun dengan menggunakan Doppler warna dan pencitraan ultrasound 3D/4D, dr. Parra-Saavedra mampu melihat bahwa ada ruang berisi cairan dimana terdapat bayi yang sangat kecil. Janin tersebut memiliki tali pusat terpisah ruang yang mengalirkan darah dimana terhubung ke usus kembar yang lebih besar.
"Saya memberi tahu ibu, dan dia berkata, 'Apa? Tidak, dokter, ini tidak mungkin'. Tapi saya menjelaskan langkah demi langkah, dan dia mengerti. "Dia memberi tahu stasiun berita televisi lokal, yang mengikuti fenomena aneh tersebut melalui kelahiran putrinya, Itzamara, dan operasi untuk mengangkat kembaran yang sebagian telah terbentuk, tutur dr. Para-Saavedra, melansir dari NY Times, Selasa (26/3/2019).
Hari berikutnya mereka mengangkat kembaran janin Itzamara dengan operasi laparoskopi. Janin tersebut memiliki panjang dua inchi dan memiliki kepala serta anggota tubuh yang belum sempurna. Janin tersebut juga tidak memiliki otak dan hati.
Janin dengan kondisi in fetu, kadang salag saat didiagnosis. Mereka sering dianggap teratoma, tumor yang mungkin mengandung tulang, jaringan otot dan rambut.
Saat ini perbandingan DNA sedang dilakukan, tetapi dr. Para-Saavedra tidak ragu bahwa janin dimulai sebagai kembar identik dari sel telur yang sama. Janin ini juga kerap disebut heteropagus atau kembar parasit karena janin yang lebih kecil mengambil makanan dari saudara kandungnya.
