Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Moza Atlet eSport yang Tanding hingga ke Rusia, Gak Dapet Izin Ortu Loh!

Wisnu Kurniawan , Jurnalis-Minggu, 24 Maret 2019 |07:04 WIB
 Kisah Moza Atlet eSport yang Tanding hingga ke Rusia, <i>Gak</i> Dapet Izin Ortu Loh!
Ilustrasi eSport player. (Foto: Reuters)
A
A
A

MENJADI seorang atlet eSport bukanlah sebuah perkara mudah, butuh perjuangan keras dan latihan tekun agar menjadi profesional dalam bermain game. Seperti kisah Moza yang jungkir balik demi menjadi seorang pemain profesional.

Namanya dikenal setelah dia menjuarai beberapa event Point Blank, sebuah game first person Shooter (FPS) yang terdiri dari 5 orang dalam satu tim. Lantas, bagaiman Moza bisa menjadi trademark eSport player di Poin Blank? Seperti dirangkum di akun youtubenya ‘Bennymoza’ ini adalah perjalanan kisahnya menjadi pemain games profesional.

Moza adalah pemain Point Blank yang memiliki role support, di line-up timnya. Pria kelahiran 21 Oktober 1990 itu lahir dengan nama asli Benny Setiawan. Moza sudah suka bermain game dari umur 8 tahun dan game pertama yang dia mainkan adalah Sega.

Baca Juga: Viral Penjual Bakmi Cantik di Pluit yang Bikin Gagal Fokus

Perjalanan menuju pemain profesional Point Blank berawal saat dia kuliah, seperti kebanyakan gamers lainnya, dia mengembangkan skillnya di warnet deket rumahnya. Tapi, orangtua Moza tidak mendukung dia untuk bermain game, bahkan sempat tidak memberi izin.

Meski begitu, Moza tetap nekat dan bergabung ke dalam tim Celco Neo untuk mengikuti kejuaraan. Setelah itu Moza mengikuti PBNC (Point Blank National Championship) dengan tim RVG, sayangnya dia gagal bersinar dan hanya menempati posisi 2.

Akan tetapi, kekompakan yang tidak memadai di tim RVG membuat Moza memutuskan keluar dan bergabung ke tim FPF Infinitum. Dengan tim baru itu, mereka melalui banyak turnamen untuk berlatih dan memantapkan kerjasama tim.

Baca Juga: Diam-Diam Dokter Ini Menghamili 50 Wanita dan Punya 48 Anak, Kasusnya Baru Terungkap

Sampai akhirnya pada turnamen besar PBSC (Point Blank Sentury Championship), bersama timnya Moza berhasil juara 1 dan mewakili Indonesia untuk bertanding di ajang PBTN Thailand. Pertama kali bertanding ditingkat Internasional, perasaannya masih grogi, deg-degan. Karena, suasana penonton beda dengan di Indonesia.

Tetapi, Moza tetap melatih mentalnya untuk terbiasa bertanding ditingkat Internasional. Setelah itu, Moza bergabung dengan tim Endeavour saat 2016, dimana tim ini pertama kali berdiri dan telah menempuh perjalanan selama hampir satu tahun sampai PBWC diselenggarakan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement