Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menguak Misteri Jembatan Panus Depok, Menuju Sisi yang Lebih Angker (3)

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 21 Maret 2019 |23:22 WIB
Menguak Misteri Jembatan Panus Depok, Menuju Sisi yang Lebih Angker (3)
Jembatan Panus Depok. (Foto: Okezone)
A
A
A

Di tengah penjelasannya, Furi tiba-tiba menyebrang ke sisi kiri jembatan. Saya pun heran, kenapa area yang daritadi nampak dijauhi kini malah didekati. Mengucap Assalamualaikum ke arah sebuah tiang, Furi meminta izin karena bonekanya, Chika, penasaran dengan area tersebut.

"Kita lihat dari jarak 3 meter dari sini, itu ada energi yang nonggol, ngintip-ngintip gitu. Tapi energi itu berusaha mengganggu, tapi mereka juga hati-hati karena kita sudah izin dengan yang ada di sini," jelas dia.

Agar mudah kami pahami, Furi pun menjelaskan secara analogi, dalam kehidupan sehari-hari kita yang biasa bertamu dengan izin, tidak akan mendapat murka dari yang lain, karena sudah mendapatkan izin pemilik rumah. "Jadi mereka cuma berani lihat-lihat. Ada yang rambut pajang berbaju merah, cuma agak berbeda dari istrinya Stefanus. Jadi bisa saja dia hanya menyerupai," jelas dia.

Furi melanjutkan, energi negatif yang besar dari sisi kiri jembatan lantaran banyak yang bunuh diri ataupun dibuang di situ, lantaran banyak cerita bahwa jembatan tersebut angker dan jarang orang lewat. "Tapi sekarang masyarakat sekitar saya lihat sudah menjaga agar jembatan tidak dipakai untuk yang aneh-aneh," tutur Furi.

Kami pun berjalan menyusuri sisi kiri jembatan untuk mencapai ujung jembatan satu lagi. Ketika saya baru berpikir bahwa acara kami sudah usai, Furi berhenti di sebuah pohon. Dia menjelaskan bahwa di pohon tersebut banyak sekali penunggunya, tapi hanya terlihat matanya saja.

Selain itu, dia menyebut ada sosok kakek-kakek yang kerap iseng duduk dekat tiang. Yang jelas, Furi menyebut sisi kiri jembatan ini lebih membuat mual. Tapi menurut saya, sisi kiri dan kanan sama-sama membuat saya mual dan akan susah tidur sehabis pulang malam ini.

Furi juga tidak mengerti, kenapa ada perbedaan antara sisi kiri dan kanan jembatan yang begitu signifikan. Agar menjawab rasa penasarannya itu, dia pun berencana meminta referensi dari paranormal Wayan. "Apakah yang di sebelah sini dengan sana berbeda. Kenapa pak Stefanus lebih suka di sana? Kenapa di sini banyak makhluk seliweran yang gak mau ditanya," jelas Furi (bersambung).

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement