“Keterbatasan infrastruktur, wilayahnya yang luas. Panjangnya saja dua kali panjang Pulau Jawa, jadi yang namanya bangun jalan itu begitu mahal. Ditambah lagi akomodasi seperti hotel berbintang lima itu belum ada baru ada bintang empat. Contohnya seperti di Kinabalu, tidak bisa nampung wisawatan Cina,” ungkap Irianto Lambrie kala ditemui Okezone, Selasa (19/3/2019) di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta Pusat.
Menyadari masalah soal infrastruktur dan aksesibilitas yang masih kurang memadai, sebagai pemerintah daerah, Irianto memaparkan secara perlahan Kalimantan Utara tengah berbenah diri. Salah satunya dengan mendirikan akses masuk yang diharapkan bisa jadi pintu gerbang masuk untuk para wisatawan, terutama mancanegara untuk masuk.
BACA JUGA : 5 Zodiak yang Suka Kepo, Temanmu Mungkin Ada
“Ya kan daerah perbatasan, makanya sejak tiga tahun terakhir ini saya memperjuangkan pembangunan PLBN ((pos lintas batas negara). Alhamdulillah oleh pemerintah pusat melalui badan nasional perbatasan yang dinaungi Kemendagri sudah mewujudkan itu, salah satunya dibangun di Pulau Sebatik. Dengan ini diharapkan bisa memudahkan turis-turis Malaysia itu masuk, dan ke depannya turis-turis dari Cina yang datang dari Sabah, bisa lanjut ke Sebatik misalnya,” pungkas Irianto.
(Dinno Baskoro)