Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Obati Obesitas dengan Operasi Bariatrik, Apakah Itu?

Wisnu Kurniawan , Jurnalis-Kamis, 14 Maret 2019 |18:45 WIB
Obati Obesitas dengan Operasi Bariatrik, Apakah Itu?
Obati Obesitas dengan operasi bariatrik (Foto:Ist)
A
A
A

Pria Ini Nyaris Meninggal saat Bersihkan Telinga Pakai Cotton Bud, Kenapa?

“Apabila IMT seseorang di atas 37,5 dan 32,5 dengan diabetes atau hipertensi, maka dia bisa melakukan Bariatrik untuk menurunkan berat badan,” ujar dr.Peter saat ditemui Okezone dalam acara konferensi pers ‘Bariatrik, Komitmen Untuk Hidup Sehat Sepanjang Usia’, Kamis (14/3/2019) di Jakarta.

Hasil gambar untuk bariatrik

Untuk melakukan operasi Bariatrik dilakukan serangkaian pemeriksaan, seperti memeriksa kerongkongan apakah dalam keadaan baik atau tidak. Setelah itu, pasien bertemu dokter jantung, dokter penyakit dalam, dan dokter gizi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk melihat penyakit lain yang mungkin diderita pasien.

Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah pasien diminta untuk diet dalam jangka waktu 10 hari karena diet berpengaruh bagi kelancaran operasi. Operasi dilakukan di bawah liver dekat hati. Jika liver terlihat besar seperti bantal, maka dokter perlu berhati-hati dalam melakukan operasi. Tetapi jika bentuk liver bagus, maka proses operasi akan lancar dan berhasil.

“Untuk diet biasanya hanya minum susu, dan kalori 800-1000 setengah dari apa yang dimakan, seperti puasa. Jika pasien terlihat berbohong saat diet, itu akan kelihatan dari bentuk livernya,” pungkas dr.Peter.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement