PENIKMAT kuliner steak pasti tahu bahwa sajian steak yang enak berasal dari kualitas dagingnya.
Tidak hanya dari pemilihan jenis potongan dan jenis daging seperti wagyu yang sudah terkenal enaknya, tapi juga bagaimana prosesnya. Sekarang ini makin dikenal istilah dry-aged beef , yaitu sebuah proses untuk menyiapkan daging sebelum dikonsumsi, sekaligus memecah jaringan ikat yang ada di daging agar terasa lebih empuk dan lumer di mulut.
Daging sapi digantung atau diletakkan di rak agar kering selama beberapa minggu. Setelah hewan disembelih dan dibersihkan, daging digantung utuh penuh atau setengah. Potongan seperti rib eye dan sirloin ditempatkan di kulkas khusus yang juga dikenal sebagai “hot box”.
4 Potret Body Goals Maudy Ayunda, Bikin Ingin Rajin Olahraga!
Viral Foto Pre-Wed Syahrini-Reino Barack, Incess Imut Pakai Kimono
Dalam proses dry-aged beef , daging sapi harus disimpan di dekat suhu beku. Beberapa potongan dikeringkan di rak-rak pendingin yang dikontrol dengan iklim khusus atau di dalam kantong kering yang bisa menyerap air.
Selain itu, hanya daging dengan kadar lebih tinggi yang bisa dikeringkan. Karena hal ini, daging sapi berumur kering jarang tersedia di luar restoran steak dan toko daging atau bahan makanan kelas atas. Efek utama dari dry-aged beef adalah konsentrasi dan saturasi rasa alami serta kelembutan tekstur daging.
Proses dry-aged beef menghasilkan konsentrasi rasa daging sapi yang lebih besar. Enzim alami daging sapi memecah jaringan ikat di otot yang menyebabkan daging lebih lembut.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.