Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Agar Tidak Dijuluki 'Makan Teman' seperti Syahrini, Ini Hal yang Bisa Dilakukan!

Tiara Putri , Jurnalis-Kamis, 28 Februari 2019 |18:38 WIB
Agar Tidak Dijuluki 'Makan Teman' seperti Syahrini, Ini Hal yang Bisa Dilakukan!
Syahrini dijuluki makan teman (Foto: Instagram)
A
A
A

MENDAPATKAN label negatif dari masyarakat di sekitar tentu menjadi hal yang dihindari oleh setiap orang. Bagaimanapun juga, setiap orang ingin memiliki citra positif di hadapan orang lain. Tidak menutup kemungkinan label negatif tersebut memengaruhi kondisi psikis seseorang.

Hal yang sama mungkin tengah dirasakan oleh penyanyi Syahrini. Di tengah kegembiraannya menikmati status baru sebagai seorang istri, ia dituding telah merebut sang suami, Reino Barack dari Luna Maya yang merupakan temannya sendiri.

Sebelum menikah dengan Syahrini, Reino dan Luna memang sempat menjalin hubungan yang cukup lama. Namun kisah keduanya yang terhalang restu dari orangtua membuat jalinan cinta mereka kandas.

BACA JUGA : 5 Koleksi Sneakers Syahrini Buatan Desainer Dunia, Harganya Wow Selangit!

Tak lama berpisah dengan Reino, Luna sempat mengunggah tulisan tentang makan teman di Insta Story akun pribadinya. Tulisan itu sempat membuat publik bertanya-tanya terlebih kedekatan antara Reino dan Syahrini mulai merebak. Dari situlah penyanyi asal Bogor itu memiliki label 'makan teman'.

Mendapatkan label tersebut dapat memberikan dampak negatif seperti rasa tidak menyenangkan, rasa bersalah karena sudah menyakiti teman, dan dianggap buruk secara sosial oleh lingkungan sekita. Hukuman sosial itu dapat semakin memberatkan perasaan yang tidak nyaman karena mendapatkan label 'makan teman'. Lantas, bagaimana cara seseorang yang mendapatkan label tersebut menghadapi lingkungan sosialnya?

"Paling pertama adalah evaluasi diri, cari tahu mengapa bisa mendapatkan label makan teman. Tanya ke diri sendiri, 'Apa yang dilakukan selama ini sudah sesuaikah dengan peran sebagai teman? Kalau ternyata belum dan ada melakukan kesalahan, minta maaflah ke teman yang disakiti," ungkap psikolog klinis dewasa, Arrundina Puspita Dewi, M.Psi kepada Okezone saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (28/2/2019).

Selanjutnya, langkah yang bisa diambil adalah berkompromi dengan teman perihal perilaku yang diharapkan dalam hubungan pertemanan. Satu sama lain bisa saling bertukar pikiran. Dengan begitu, dalam hubungan pertemanan masing-masing orang yang terlibat menjadi semakin saling mengerti.

"Terakhir, ubah perilaku yang sudah disepakati. Langkah ini bertujuan supaya ke depannya nanti tidak menyakiti lagi," imbuh Arrundina. Dirinya juga memberikan beberapa saran agar seseorang tidak melakukan tindakan 'makan teman'.

BACA JUGA : Pergoki Selingkuh, Istri Ikat Suami dan Pelakor di Pohon dalam Kondisi Bugil

"Berusahalah untuk berempati terhadap orang lain, terutama teman kita sendiri. Coba untuk menghargai pertemanan dan saling kompromi tentang perilaku masing-masing supaya pertemanan pun tetap sehat," pungkas Arrundina.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement