SETIAP orangtua tentu ingin anaknya berperilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, tak semua orangtua bisa mengalami hal yang sama. Sebab ada saja anak-anak tertentu yang mendapat label ‘anak nakal’ karena sering berbuat onar atau bahkan terjerumus ke pergaulan yang tidak benar seperti memakai narkoba.
Dalam kasus ini, banyak orangtua yang kemudian membawa anaknya untuk konseling dengan ahli seperti psikolog maupun dokter jiwa. Harapannya agar anak mereka bisa berubah dan berperilaku baik. Akan tetapi, anak tidak bisa serta merta disalahkan. Perilaku anak turut dipengaruhi oleh peran orangtua dalam proses pengasuhan dan penanaman nilai-nilai kehidupan.
BACA JUGA : Adam Lambert Tampil Spektakuler Duet Bareng Queen di Oscars 2019
Lantas, apa langkah yang harus dilakukan orangtua untuk menghadapi perilaku anaknya yang bisa dikatakan menyimpang dari nilai-nilai sosial? Psikolog anak dan remaja, Novita Tandry, M.Psych memberikan jawabannya. Dihubungi Okezone melalui sambungan telepon, Selasa (26/2/2019), dirinya mengatakan langkah pertama yang perlu dilakukan adalah orangtua menyadari perannya dalam kehidupan anak.
“Sebagai orangtua, terkadang ada yang tidak sadar bila mereka memberikan tanggung jawab pendidikan dan pengajaran kepada orang lain, entah itu asisten rumah tangga maupun saudara. Bila sudah begitu, perilaku anak akan terbentuk sesuai dengan pemahaman yang diberikan oleh orang lain yang mengasuhnya. Anak tidak memahami dan menjalankan nilai-nilai yang ditanamkan oleh orangtua,” terang Novita.

Dijelaskan olehnya, orangtua harus sadar bahwa perilaku anak hari ini dipengaruhi oleh perilakunya di masa lampau. Langkah selanjutnya adalah benar-benar menyediakan waktu dan tenaga untuk mengubah perilaku anak. Sebab bila anak sudah terlanjur besar, termasuk di usia remaja yang senang memberontak karena sedang mencari jati diri, tantangan yang dihadapi akan jauh lebih sulit.
“Makanya ada pepatah ‘Lebih mudah membentuk anak yang kuat daripada memperbaiki manusia rusak’. Untuk membentuk anak yang baik di masa depan diperlukan penanaman nilai-nilai yang baik terutama di usia 0-7 tahun. Tapi kalau sudah remaja, sulit sekali mengubah pemahaman yang telah diterimanya sejak kecil, butuh kualitas dan kuantitas waktu,” papar Novita.
Supaya langkah yang dilakukan bisa optimal untuk mengubah perilaku anak menjadi lebih baik, Novita mengatakan orangtua tidak bisa lagi sibuk dengan urusannya sendiri. Mereka harus betul-betul menyiapkan waktu dan mengomunikasikan segala aspek nilai kehidupan. Orangtua harus hadir dan tidak menjadi hakim.
BACA JUGA : Yuk, Intip Mewahnya Rumah Keluarga Beckham Seharga Rp12,8 Triliun, Sobat Missqueen Jangan Ngiler!
“Apabila orangtua menjadi hakim, anak akan lari. Sebaliknya, jadilah teman anak, dengarkan keluhannya, lalu masuk pelan-pelan dengan nilai-nilai kehidupan yang baik. Jangan lupa orangtua juga harus mengubah perilakunya agar anak tidak merasa nasihat orangtua hanya sekadar omongan belaka. Kalau perlu minta maaf jika memang merasa bersalah telah membiarkan anaknya dan fokus pada urusannya sendiri,” pungkas Novita.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.