Pernyataan tidak jauh berbeda disampaikan Kabid Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Sapto Haryono.
“Kita berharap event-event crossborder lainnya juga disambut antusias. Karena, masih ada sejumlah rangkaian kegiatan di border area. Pemerintah provinsi, kota/kabupaten, bahkan kecamatan, harus bisa memaksimalkan event crossborder yang digelar Kemenpar. Karena harapan kita, event border bisa menggali potensi daerah,” paparnya.
Tingginya antusias masyarakat terhadap Festival Crossborder, tidak bisa dilepaskan dari berbagai kegiatan yang digelar. Ada beberapa kegiatan yang dihadirkan dalam acara Festival Crossborder Aruk. Seperti menari poco-poco bersama seluruh masyarakat, TNI dengan Tentera Diraja Malaysia (TDM). Ada juga pagelaran seni budaya dan tentunya para artis Indonesia. Selain itu, hadir pula komunitas biker Serawak.
Hari pertama, festival mampu menyedot tak kurang dari 1.500 penonton. Mereka memadati Lapangan Pasar Aruk, tempat tampilnya bintang utama Sandrina.
Festival Crossborder Aruk 2019 ditutup dengan penampilan memukau penyanyi jebooan KDI, Belinda. Penonton yang sejak pagi menunggu di lapangan, dibuat histeris dengan penampilan enerjik Belinda.