Para peneliti memperhitungkan gaya hidup masyarakat, termasuk usia, jenis kelamin, atau penggunaan antidepresan, dan semua faktor yang dapat memengaruhi kesehatan usus. Hasil penelitian mereka baru-baru ini diterbitkan di “Nature Microbiology”. Mereka juga menemukan bahwa orang yang depresi mengalami peningkatan beberapa bakteri yang terlibat dalam penyakit Crohn, yang menyebabkan banyak peradangan.
Setelah rilisnya hasil ini, mulai dilakukan percobaan untuk menggunakannya dalam cara praktis yang dapat membantu orang depresi untuk meningkatkan kesehatan mental mereka. Perusahaan mulai mencari suplemen yang mengandung dua spesies bakteri usus yang hilang ini.
BACA JUGA : Kendall Jenner Ternyata Benci Banget Pisang, Kenapa Ya?
Selain itu, disaat yang bersamaan, Universitas Basel di Swiss mencari transplantasi yang mengubah atau mengganti mikrobioma usus. Jadi, hasil penelitian ini menyatakan bahwa memang bakteri usus mampu membantu untuk menyembuhkan depresi dan suasana hati yang tidak bagus (badmood).
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.