
ScienceMag mengutip John Cryan, seorang ilmuwan saraf di University College Cork, Irlandia, yang menjadi salah satu orang yang paling mendukung hubungan antara otak dan mikrobioma usus. Cryan berpikir bahwa studi ini adalah bukti nyata pertama dari hubungan itu.
Beberapa penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa, bakteri usus dapat memengaruhi perilaku dan suasana hati. Tetapi, Jeroen Raes, seorang ahli mikrobiologi di Universitas Katolik Lauven di Belgia, bersama rekan-rekannya ia mempelajari bakteri usus dari 1.054 orang Belgia. Mereka juga ingin mengetahui seperti apa bentuk mikrobioma normal dalam tubuh manusia. Dari penelitian ini, 173 telah didiagnosis dengan depresi atau gangguan suasana hati.
Jadi, bisakah bakteri usus menyembuhkan depresi?
