KEKERASAN dalam hubungan tidak hanya sebatas pada fisik seperti pemukulan. Pasangan bisa melakukan pelecehan emosional dan psikologis yang masuk dalam kategori kekerasan verbal. Namun sayangnya, kondisi ini sering tidak disadari oleh pihak yang menjadi ‘korban’. Atau bisa jadi mereka menyadarinya tapi menganggap kondisi itu bisa karena menerima kekurangan pasangan.
Akan tetapi, pelecehan emosional dan psikologis tidak bisa diterima dalam sebuah hubungan. Sebab bila hal itu terjadi, sebenarnya hubungan sudah tidak sehat. Lantas bagaimana cara mengetahui pasangan telah melakukan tindakan tersebut? Simak ulasannya berikut ini seperti yang Okezone rangkum dari Health, Kamis (14/2/2019):
Pasangan selalu ingin bersama
Menghabiskan waktu bersama pasangan adalah kegiatan yang menyenangkan. Tapi apabila aktivitas itu sudah tidak wajar jika tiba-tiba pasangan muncul di manapun Anda berada. Bahkan mereka melarang Anda untuk pergi dengan teman-teman atau merasa cemburu. Ciri lainnya adalah pasangan akan terus menanyakan keberadaan Anda ketika sedang tidak bersama. Inilah bukan sikap overprotektif atau perhatian melainkan sudah kelewat batas.
Baca Juga: Kunjungi Indonesia, Miss World 2018 Vanessa Ponce Jatuh Cinta dengan Gado-Gado
Pasangan tiba-tiba mengeluarkan kata-kata kasar namun kemudian berubah menyenangkan
Ciri selanjutnya adalah pasangan bisa saja melontarkan komentar menyakitkan terhadap apapun yang menyangkut diri Anda, mulai dari pakaian hingga pekerjaan. Mereka akan berusaha membuat Anda bersikap sesuai keinginannya. Namun tak lama berselang dari tingkah laku menyebalkan ini, pasangan bisa tiba-tiba minta maaf dan melakukan hal menyenangkan.

Selalu ada pertengkaran
Pertengkaran dalam sebuah hubungan adalah hal yang biasa. Namun apabila pertengkaran dipicu oleh monopoli kekuasaan karena pasangan tidak setuju dengan pendapat Anda, ini adalah pertanda yang buruk. Mereka tidak akan memberikan kesempatan Anda untuk berpendapat dalam hubungan.
Baca Juga: Malangnya Perempuan Ini, Diputusin Pacar Setelah Belikan Tiket untuk Pulang Kampung
Timbul rasa takut untuk berbicara dengan pasangan
Ciri selanjutnya pasangan telah melakukan pelecehan emosional dan psikologis adalah Anda takut untuk berbicara dengan pasangan sekalipun itu topik serius. Rasa takut itu muncul karena tak ingin pasangan marah. Seperti yang dikatakan sebelumnya, pasangan tidak mau mendengar pendapat Anda sehingga bila Anda berbicara mereka langsung bereaksi. Kondisi ini tentu menyebabkan ketidaknyamanan.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.