
Dirinya juga menjelaskan bila pasar untuk sepatu custom masih didominasi oleh laki-laki. Mereka yang tertarik untuk membuat sepatu custom berusia 18-45 tahun. Sementara itu, untuk membuat sepatu custom ada beberapa proses.
Pertama, mengobrol seperti yang dijelaskan sebelumnya. Selanjutnya imajinasi customer akan ditransformasikan ke dalam sebuah mock-art dan kemudian menjadi handpainted Setelah itu, barulah sepatu didesain oleh seniman lokal berdasarkan hasil imajinasi tersebut.
"Sepatu ini membuat customer punya experience sendiri bahwa apa yang mereka imajinasikan bisa bertransformasi ke barang kepunyaannya. Maka tak heran kalau permintaannya macam-macam, variatif, banyak hal yang tidak disangka diminta untuk dibuat. Namanya imajinasi 'kan enggak bisa ditebak. Tapi dengan begitu mereka lebih bangga, lebih happy pakai sepatunya," papar Haudy.
