BAGI masyarakat Tionghoa, makanan yang disajikan saat perayaan Imlek bukan sekadar jamuan untuk mengenyangkan perut, juga ada simbol pengharapan untuk keselamatan dan keberuntungan di balik setiap sajian.
Karena itu, keme riah a n Imlek semakin semarak melalui berbagai tradisi sebelum makan pada perayaan Imlek. “Masyarakat Tionghoa percaya akan keberkahan dari makanan pada saat Imlek sehingga penyajian makanan Imlek biasanya terdiri dari makanan yang bersumber dari darat dan laut, sebagai lambang keberkahan tersebut,” sebut Aji Chen Bromokusumo, Sekjen Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia & Kepala Kajian Riset Dan Budaya. Dalam penyajiannya, makanan dapat disesuaikan dengan budaya dan kondisi masing-masing wilayah dan selera tiap keluarga. Sebagai contoh sup hisit yang terbuat dari sirip ikan hiu, jika di Indonesia diganti dengan gelembung renang ikan kakap.
Baca Juga:
Transaksi Warteg lewat Lubang Kecil Jadi Viral, Netizen: Drive Thru dengan Kearifan Lokal!
Intip 5 Keseruan Cupi Cupita Traveling, Momen Terakhir Diajak Bobo Bareng!
Selain itu makanan seperti pindang ikan bandeng hanya ada di Indonesia. Adapun makanan khas Imlek yang saat ini menjadi tren adalah Yu Sheng atau Yee Sang yaitu salad yang terdiri dari kombinasi sayuran dan disajikan sebagai makanan pembuka saat Imlek. Yu Sheng melambangkan kebersamaan, simbol tersebut dapat terlihat dari cara makan yang terbilang unik, prosesnya dengan mengaduk seluruh bahanbahan makanan yang telah tersedia dalam satu piring dengan setinggi-tingginya.